Alasan Kenapa Harus Nonton kdrama It’s Okay Not To Be Okay

Pada zaman jaman dulu dalam suatu kastil tua, hiduplah 3 orang bersaudara. Anak lelaki yang selalu memakai kedok, anak wanita tong kosong dan anak lelaki yang tidak dapat keluar kardusnya. Mereka bertiga ditahan dengan seorang penyihir jahat sampai pada akhirnya mereka memilih untuk keluar dari kastil tua itu.

Ini ialah sepotong premis dongeng yang ceritanya dicatat oleh Ko Moon Young seorang penulis dongeng yang kejam, jutek, sinis, egois dan cukup phys co dalam sinetron Korea “It’s Okay Not To Be Okay “.

Skenario It’s Okay Not To Be Okay

Sinetron Korea Netflix yang tampil di tvN ini barusan usai sesudah 16 adegan. Bercerita mengenai Moon Gang-tae yang dimainkan oleh Kim Soo-hyun, seorang karyawan kesehatan komune di bangsal psikiatri yang tidak punyai waktu untuk cinta.

Moon Gang-tae hidup berdua dengan kakaknya Moon Sang-tae, dimainkan Oh Jung Se, yang menanggung derita autis. Semenjak kecil mereka diasuh oleh ibu mereka yang bekerja jadi pembantu rumah tangga.

Jadi singgel mom dengan anak berkebutuhan khusus seperti Moon Sang-tae tidak sangsi membuat si ibu menginginkan anak bungsunya, Moon Gang-tae bisa jaga dan bertanggungjawab atas kakaknya ini sejauh waktu.

Sebagai anak kecil, bungsu juga, ditempatkan pada tanggung-jawab jaga seorang yang lebih tua dan berkebutuhan khusus membuat Moon Gang-tae kecil harus terlatih berlaku kuat, sabar dan tidak menunjukkan hatinya.

Tuntutan dari ibu nya, rasa sedih dan bersedih sebab menganggap kurang mendapatkan kasih-sayang ibu membekas dalam tanpa dia ketahui sampai dia dewasa. Apa lagi saat si Ibu wafat menggenaskan karena dibunuh di depan Moon Sang-tae, Moon Gang-tae juga secara automatis jadi penanggung jawab dan perlindungan kakaknya itu dari traumanya.

Moon Sang-tae dan Moon Gang-tae

Sekian tahun mereka hidup larikan diri dari 1 tempat ke arah tempat lainnya, menghindari diri dari ketakutan Moon Sang-tae pada kupu-kupu. Iyah, tapi ini bukanlah kupu-kupu biasa. Kupu-kupu ini memberikan ancaman akhiri hidup Moon Sang-tae bila dia berbicara mengenai pembunuhan ibunya.

Perjalanan hidup ke-2 bersaudara ini menghadapkan mereka kembali dengan Ko Moon-young (Search engine optimization Ye-ji), seorang penulis buku anak-anak sukses yang menanggung derita masalah personalitas antisosial dan tak pernah mengenali cinta.

Moon Sang-tae ngefans sekali dengan penulis buku yang elok tetapi sadis ini. Ko Moon-young sebetulnya bukanlah orang baru di kehidupang Moon bersaudara. Mereka sempat berjumpa saat mereka masih kanak. Moon Gang-tae justru pernah sukai pada wanita dingin yang arogan ini.

Kejadian buruk yang dirasakan ke-3 nya di periode kecil membuat watak mereka masing-masing tanpa mereka sadari. 3 orang dewasa yang trauma dengan kasus penghinaan dan pembunuhan orangtua saat mereka masih kecil belajar terima seseorang ke hati mereka dan menangani masa lalu jelek yang mengganti hidup mereka.

Sinetron sejauh 16 adegan ini tidak terus-terusan sekitar mengenai romantisme pertalian cinta. Ada kompetisi antara saudara, jalinan ibu dan anak, pertemanan, akseptasi realita hidup sampai permasalahan mental dari watak-karakter yang lain ada pada It’s Okay Not To Be Okay ini.

Ulasan Sinetron Korea It’s Okay Not To Be Okay

Saya menonton sinetron ini melalui Netflix saat sinetron ini telah tampil sekitaran 10 adegan. Awalannya saya memang mundur-maju untuk melihat sinetron ini. Premis mengenai watak khusus yang phys-co sempat membuat saya sangsi, masalahnya saya tidak demikian sukai sinetron thriller.

Walau memberi kesan-kesan yang terlihat susah – dan nyaris menakutkan – di adegan-episode awalnya, opini saya berbeda bersamaan narasi bergulir. Watak Ko Moon Young yang unik, sadis tetapi kelihatan normal, benar-benar memvisualisasikan orang yang sakit jiwa tetapi tidak gila. She’s a phys-co in model, like literally, in style.

Draped asymmetric dress from Magda Butrym

Ko Moon Young menggunakan ini untuk bekerja dan berjumpa Moon Gang-tae di kantor. Ia memasangnya dengan anting-antingnya dari Subyul, bersama dengan tas dari Playnomore dan sepatu hak dari Gianvito Rossi.

Gaun vintage beragam warna dari Dior

Tampil menegangkan dan eksklusif. Ko Moon Young singgah ke rumah sakit menjumpai Moon Gang-tae dengan gaun vintage Dior dan sepatu pump merah dari Prada. She is devil wears Prada look-a-like.

Sienna polka-dot dress from Magda Butrym

Gaun ini harga sekitaran USD 1.502, terpasangkan dengan ankle boots Tulle 105 suede dengan harga $ 1011 (USD) dari Gianvito Rossi. Tas hitamnya dari Moynat. Ko Moon Young memakainnya ketika ia mengungkapkan isi hatinya pada Moon Gang-tae dengan preman, hehehe.

Two-piece pink set from Minju Kim

Pakaian yang membuat saya berpikiran makan apa Search engine optimization Ye-ji sampai pinggangnya seramping ini. Bandingkan dengan model Moon bersaudara.

Ketidaksamaan watak bahkan juga model ke-3 nya membuat beberapa perselisihan antara mereka. Berantem dan ngambek-ngambekan tidak ingin bicara lah tentu buntut-buntutnya. Ada saja alasannya. Rambut pendek atau panjang, rebutan boneka sampai ‘rebutan Gang-tae’ di antara Ko Moon-young dan Moon Sang-tae.

Sebagai kakak yang selalu bersama adiknya, ia tidak ikhlas ada wanita yang bukan keluarga masuk kehidupan mereka. Sementara Moon-young yang sebetulnya ialah wanita yang kesepian tanpa kasih-sayang orangtua mendapati kembali rasa kekerabatan ketika ada bersama Moon bersaudara. Lucu sich, ciri khas pertikaian saudara banget.

Serunya sinetron ini, penulis skenarionya tuch pintar sekali mainkan emosi sekalian mengingati pemirsa akan dianya sendiri. Seperti ceritanya terkait sekali dengan kehidupan banyak orang.

Beberapa dari kita bisa saja kerap berasa orang-tua kita lebih sayang pada saudara kita lainnya dibanding kita sendiri. Walau sebenarnya orang-tua kita usaha sekali banget supaya perhatian ke anaknya rata dan adil.

Seperti Gang-tae yang selalu berasa mamanya lebih sayang pada Sang-tae sampai pada akhirnya dia mengetahui argumen kenapa tiap hari Minggu mereka bertiga kerap makan mie pedas Jjampong.

Demikian Moon-young yang kerap mendapatkan tindakan jelek dari mamanya rupanya benar-benar dijaga dan dicintai oleh papanya dengan triknya sendiri.

Beberapa hal tersangkut mengutarakan kasih-sayang kadang jadi permasalahan kita kan? Ayah dan ibu pasti punyai langkah mereka masing-masing untuk mengungkapkannya. Sebagai anak kadang kita cuman pikirkan apa yang semestinya kita terima tapi lupa kita telah sering diberi.

Bahkan juga di antara kita dan saudara juga kadang tidak gampang untuk mengutarakan atau memperlihatkan kasih-sayang kita.

Sinetron It’s Okay Not To Be Okay ini juga memberikan ‘pelajaran’ tertentu dari watak simpatisannya. Bagaimana tindakan yang seorang peroleh di periode kanaknya dapat membekas benar-benar dalam walau cedera fisik sudah tidak ada. Jika sakitnya hati semakin lama sembuh dibanding cedera yang kelihatan di tubuh itu betul adanya.

Beberapa hal yang dapat didalami dari sinetron Korea It’s Ok Not To Be Ok. Termasuk maafkan diri kita, berani hadapi ketakutan dan bukan lari dari permasalahan ialah kuntji seorang dapat move on dari periode lalunya.

Tak perlu jadi seseorang supaya dicintai dan belajar jadi dewasa tidak gampang, namun tetap harus dicoba. Dan bersepakat sama orang lain ialah kemampuan kerjasama. Halah! Tapi betulan dech, 16 adegan yang awalannya cukup gloomy selekasnya beralih menjadi pengalaman yang paling menghangatkan hati.

“Badan tidak dapat berbohong. Saat cedera, badan akan menangis. Tetapi, hati dapat berbohong. Saat hati cedera, hati sanggup termenung”

Ah.. last but not least… akting beberapa aktor khusus terutamanya Oh Jung Se sebagai Moon Si Tae yang menanggung derita autis benar-benar luar biasa. Tidak sangka saya samchoon!! Begitupun plot twist dalam narasi ini JUARA!! Benar-benar tidak kusangka, writer-nim!! Tiap watak dalam narasi ini mengajari kita satu hal yang kadang kita lupa. Narasi ini perlu dibuatkan season 2 nya.

Bagaimana menurut kamu, telah menonton ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.