Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Saat #StayAtHome

Alhamdulillah, sampai ini hari saya masih menikmati. Tidak sangka sich, secara sejauh ini saya orangnya tidak kerasan tidak ke mana-mana. Penginnya jalan ke mana, sukanya kongkow di kafe apa, maunya ketemu dan bercakap dengan rekan sejalan. Kenyataannya, saya bisa bertahan walau terpasah di Mamuju, jauh dari rumah dan jangan kembali ke Makassar Sembunyi-sembunyi, saya menikmatinya.

Walau secara birokrasi saya ditugaskan work at home,sayang, saya jangan kembali ke Makassar yang disebut rumahku sesungguhnya. Argumennya untuk menahan penebaran virus Covid-19. Kita kan tidak tahu kita berjumpa siapa di perjalanan, dapat sehingga kita terjangkit atau justru secara tidak menyengaja kita yang menyebari keluarga kita di rumah. Argumen tambahan, ucapnya bila setiap saat dibutuhkan di kantor, saya harus masuk. Jadi ingin tidak ingin memang seharusnya stay di lokasi pekerjaan.

Awalannya saya berpikiran, ‘bagaimana saya akan jalani beberapa hari di Mamuju sendirian tanpa kongkow di mana’. Jangan-jangan saya akan mati style dan memulai berpikiran apa seharusnya jalan kayang saja ke warung sebelah. Alhamdulillah, tidak segitunya juga. Hari awal masih cukup kebingungan, ini betulan jam begini masih di kost an? Semakin lama‚Ķlah kok nikmat ya. Sepanjang lebih nyaris tiga minggu ini, saya mendapati beberapa hal yang dapat saya kerjakan walau sendirian di dalam rumah aja. Inilah :

  1. Kerjakan Tugas Kantor dalam Situasi Baru

Agar bagaimana juga karena penempatannya ialah ‘bekerja dari rumah’ karena itu saya memang lakukan tugas saya di rumah. Apalah buat ada internet, printer dan netbook. Banyak program yang dapat mempermudah kita untuk selalu bekerjasama dan berbicara. Whatsaap, Zoom atau seapes-apesnya, telepon, untuk rekanan kerja yang nyaman dengan kegatekannya. Walau di beberapa hari pertama masih tetap ada yang belum terlatih, masih perlu menyaksikan fisik ada di kantor, masih ada juga tamu dari ibu-kota yang tiba walau telah ada pembatasan, kira saja mereka sedang beradaptasi. Kemungkinan mereka belum terlatih, tugas dapat tersudahi tak perlu di meja kantor dan kelihatan berpura-pura sibuk.

Saya bisa juga lebih nikmati bekerja dengan pakaian setiap hari, dapat menyanyi sesenang hati, buat kopi, ngemil sekalian buat rangkuman. Istirahat sesaat nikmati cahaya matahari jam 10 pagi, beberes kamar masak dan kost. Anehnya, saya nikmati tidak ada orang satu kantor yang umum dari Senin-Jumat seruangan. Tidak salahkan saya berasa berbahagia tidak berjumpa atasan?

  1. Membuat Content

Oh iya, sudah pasti! Untuk saya, kamu dan semua hamba content seperti blogger, vlogger, podcaster dan influencer yang menyambi jadi pekerja korporat, saat-saat ini sebagai peluang untuk membikin content sekitar yang kita bisa. Tugas tidak begitu padat dan saat yang sayang untuk dibuang percuma.

Buat posting di website (walau terkadang cuman berkunjung jadi draft), merekam dan mengubah video, membuat dokumen dan merekam suara untuk podcast, nge twit dan memfoto untuk Instagram. Apa saja, asal tidak boleh mempublikasikan yang kurang berfaedah. Kemungkinan tidak diunggah saat ini, kemungkinan harus masuk dahulu diantrian. Tidak masalah, asal tidak siap unggah eh tidak menyengaja kedelete aja.

  1. Belajar

Tidak hanya anak sekolah atau mahasiswa yang kuliah, kita juga perlu belajar. Up-grade kemampuan atau pengetahuan apa saja sama sesuai ketertarikan kita. Sehubungan saya sukai mengubah video, minggu ini saya belajar mengubah video memakai software Davinci Resolve 16. Softwarenya gratis, dapat didownload di website resminya.

Tidak begitu susah memakainya, karena hanya saya terlatih dengan Adobe Premiere karena itu saya harus menyempatkan semakin banyak waktu untuk pelajari feature colour mengubah suara dan grade. Selebihnya tidak begitu susah dan waktu render video kualitas 1080p untuk You Tube tidak lama. Nampaknya saya akan berpindah ke Davinci Resolve 16, nih!

  1. Bergaul lewat Media Sosial

Karena mungkin punyai banyak waktu senggang, sebagian besar sosial media terutamanya group yang berada di whatsapp ramainya tidak kepalang. Saat beberapa hari pertama, bahasannya kurang lebih sama : CORONA. Yah tentu ada penyelingnya bergantung groupnya apa. Satu perihal yang jelas, chat di WAG memperkuat silaturahmi. Physical distancing tidak berarti Social distancing kan?

  1. Membaca Buku

Salah satunya hoby yang terakhir terlupa ialah membaca buku. Aktivitas ini tidak akan dapat saya kerjakan di kantor karena tentu dipandang tidak punyai aktivitas. Sementara saat pulang ke kost, telah cape, ingin tiduran dan pada akhirnya menonton You Tube sampai ngantuk. Karena yang saya rasakan, saya jadi sulit nulis. Kosakataku seolah menipis. Pada akhirnya kembali lagi tulisan semakin banyak terendap di draft dibanding dipublish.

Bukan hanya pada tulisan, kekurangan konsumsi membaca buku berasa saat dalam pembicaraan. Kadang justru kebingungan sendiri dalam menjelaskan suatu hal ke orang lain. Nach, inilah saat yang pas agar semakin banyak baca. Semoga menjadi lebih tergerak untuk menulis kembali.

  1. Olahraga Enteng

Umumnya ngegym, lari atau sesepedaan di luar? Ini kali dapat ditukar dengan yoga atau senam di rumah. Banyak kok tutorialnya di You Tube. Misalkan juga telah jemu sekali di kost an, saya pilih jalan rileks disekitaran kompleks saat pagi sore atau hari. Selainnya udaranya masih fresh, kita bisa juga saksikan situasi tak perlu berhubungan dengan beberapa orang. Cukup kan badan masih tetap bergerak dan bukanlah tiduran melulu. Sekurang-kurangnya kalori yang kita mengeluarkan sesuai dengan konsumsi camilan yang kita masukan sepanjang #dirumahaja.

  1. Melaksanakan ibadah

Tidak boleh salah, walau aktivitas melaksanakan ibadah berjemaah terbatasi, tidak berarti ibadahnya jadi kendor. Justru dipikirkan, semestinya karena tidak ada peluang untuk kelayapan, masalah dunia menyusut, kita jadi punyai beberapa waktu untuk berbicara dengan Allah SWT. Kemungkinan ada yang menamatkan demikian adegan sinetron Korea atau menonton demikian film netflix sementara kamu cenderung pilih menamatkan Al- kitab sucimu atau quran. Saat yang diberi sama, tetapi kurang lebih yang lebih berharga di mata Tuhan? Silakan jawab sendiri.

Sebetulnya ada beberapa hal yang dapat kita kerjakan selama saat karantina #dirumahaja ini. Namanya manusia juga, ada saatnya kita berasa jemu tetapi minimal kita berusaha untuk masih tetap jaga physical distancing. Makin taat kita untuk hidup lebih bersih, jaga jarak aman, mempertahankan kesehatan badan, masih tetap semangat dan jaga pemikiran dan hati masih tetap berbahagia, insya Allah semuanya bisa kita lewati bersama. Ini berat, oleh karena itu yok masih tetap semangat!

Kamu sendiri ngapain #dirumahaja ? Yok, sharing di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.