Review Anin JKT48 : Squid Game, Bikin Kita Gak Percaya Teman?

K-Drama Squid Game, Apa masih Kamu Dapat Memercayai Manusia? Oktober 01, 2021 Terakhir kembali trend sebuah sinetron Korea dengan judul Squid Game yang tampil di Netflix. Sinetron ini bercerita mengenai kehidupan satu kelompok orang yang terlilit hutang dan tidak memiliki daya hadapi penekanan hidup karena tidak ada uang. Mereka datang dari beragam jenis background keluarga, tugas bahkan juga budaya. Kesamaan mereka hanya satu, mereka kesusahan secara keuangan.

Ulasan Squid Game, Apa masih Kamu Dapat Memercayai Manusia ?Mereka selanjutnya berjumpa dengan seorang lelaki misteri (Gong Yoo) yang ajak mereka bermain game Ddakkaji, sebuah permainan tradisionil Korea. Bila mereka menang, mereka akan memperoleh hadiah uang. Bila kalah, mereka tak perlu bayar sang agen misteri ini. Mereka cukup harus terima pukulan di pipi.

Biasanya mereka kalah. Selanjutnya di satu titik mereka akan menang dan menghasilkan uang hadiah. Buntut-buntutnya mereka ditawari untuk turut sebuah permainan yang hadiahnya semakin besar dibanding hadiah yang mereka peroleh tadi. Bermainnya simpel, permainan dimainkan saat anak-anak dulu.

Kedengar benar-benar menarik, apa lagi untuk beberapa orang yang kesusahan financial. Main game saja dapat memperoleh duit.

Ialah Seong Gi-hun, seorang driver yang terlilit utang, kerap bermain judi, hidup bersama ibunya yang sakit diabetes, terpisah dari anaknya karena percerain dengan istrinya yang selanjutnya menikah dengan lelaki yang lebih konstan secara keuangan. Ia pada akhirnya memilih untuk terima penawaran itu karena ingin bayar utang dan supaya menjadi wali anaknya yang hendak berpindah ke Amerika.

Tidak diduganya permainan anak-anak yang nampaknya membahagiakan dan bawa memory manis, berekor tragis. Rekan sepermainan bukan rekan yang bagus hati. Rekan sepermainan ini kali bisa saja tidak pakai hati.

Saya tidak menulis spoiler di sini apa lagi buat kamu yang belum menonton, rasanya seperti kamu baru main di game yang pertama dan telah ada yang menembakmu dari arah yang tidak kau sangka. No, i won’t do that!

Saya cuman ingin sharing saja penglihatan saya mengenai seri Korea ini. Banyak yang ngomong Squid Game ini plagiat dari seri Jepang As The God Will. Saya tidak pernah menonton seri Jepang itu, saya justru terpikirkan film Hunger Game saat melihat adegan pertama.

Apa lagi ucapnya seri Squid Game ini diperkirakan dan dicatat pada tahun 2008, which is itu ialah tahun di mana Hunger Game meledak. Hunger Game sendiri ceritanya bermula dari kemiskinan dan keperluan pesertanya untuk tetap bertahan hidup pada tempat mereka tinggal. Juaranya akan memperoleh makanan, sarana dan kekayaan which is di Squid Game ini ialah hadiah uang juta-an Won.

Baik peserta Hunger Game atau peserta Squid Game sering ditempatkan pada opsi : Selamatin diri lu atau selamatin orang yang dekat sama kamu. Di satu segi, kamu ingin selamat dan menang tetapi di lain sisi kamu tidak tegaan sama rekan yang segrup sama kamu.

Masalahnya Seong Gi Hun tuch di situ.

Watak ini dilukiskan pada awal seri sebagai seorang penjudi yang menyukai ngambil uang ibunya yang telah tua renta dan sakit-sakitan. Kesannya benar-benar tidak bertanggung tegaan ya dan jawab. Bersamaan berjalannya narasi, pemirsa selanjutnya disuguhi peralihan watak Seong Gi Hun sesudah berjumpa dengan watak-karakter yang ‘sadis dan tegaan’ di lokasi permainan.

Jika sebenarnya Seong Gi Hun ini sebetulnya dari sejak awalnya ialah orang yang paling care pada beberapa orang disekelilingnya, tetapi kepahitan hidup yang memaksakan terlihat seperti orang yang tidak bertanggungjawab pada keluarganya.

Mudah yakin ke orang yang dia anggap baik jadi boomerang buatnya saat ia bermain bersama beberapa orang yang terlilit utang dan mata duitan ini. Sampai akhirnya ia mengetahui jika permainan ini bermula dari orang yang ia yakin dan pernah ia lindungi.

Ringkasan saya mengenai seri ini, it’s a good show. Pemainnya juga mengagumkan kece aktingnya, bahkan juga saya juga turut tertipu! Jalan ceritanya menarik, sarat dengan plot twist tidak terduga. Jenis Squid Game dapat disebut thriller tetapi di lain sisi sama dengan sinetron Korea secara umum, mereka benar-benar jago membuntelnya dengan penyelip kekerabatan. Pemirsa bukan hanya terharu tetapi juga lebih menghargakan keluarga dan beberapa orang paling dekatnya.

Walau selanjutnya ada pembelotan tetapi keliatannya benar-benar logis karena terkait dengan kehidupan setiap hari. Saya melihat Squid Game ini justru terpikirkan sebetulnya di dunia kerja hal yang terjadi pada peserta Squid Game ini kerap terjadi. Beberapa orang membuat barisan, tetapi selanjutnya dalam barisan itu bakal ada orang yang ditikung, ditusuk dari belakang walau sebenarnya di muka kamu orangnya baik benar-benar menolong dan sekali. Huh!

Salah satunya watak penting dalam Squid Game ini juga selanjutnya menanyakan sesudah semuanya yang sudah Seong Gi Hun alami di dalam permainan itu, apa masih dia dapat memercayai manusia (benar-benar baik) ?

That’s the question yang sebetulnya tidak cuma diperuntukkan ke Seong Gi Hun, tetapi juga bisa buat penontonnya.

Saat ini gantian kamu menjawabnya. Yok, silahkan kita awali bermainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.